Tarbiah Al-Awlad

Assalamualaikum wrh wbt… Sudah lama rasanya saya tak coret apa-apa di blog ini… Maka hari ini saya nak kongsi sesuatu yang saya baca…. Dalam usaha menghabiskan buku 10 Terminal Syurga Rumah Tangga hasil tulisan Ustazah Siti Nor Bahyah Mahamood dan Siti Nur Fatimah Hasan. Bukunya nipis saja tapi nak habisnya saya ambil masa. Alhamdulillah. Banyak informasi berguna yang boleh di ambil darinya, Antaranya yang saya tertarik adalah tentang Tarbiah al-Awlad. Terdapat petikan dari buku Al-Taqshir fi Tarbiah al-Aulad hasil tulisan Muhammad bin Ibrahim al-Hamd tentang pendidikan yang salah terhadap anak-anak. Berikut isi-isinya;-

  • Mendidik anak-anak menjadi pengecut, penakut, dan suka mengeluh.
  • Mendidik mereka (anak-anak) mempunyai sifat menceroboh tanpa sebarang perhitungan yang dianggap melampaui batas.
  • Mendidik mereka menjadi lemahdan kacau serta membiasakan mereka dengan kemewahan, kenikmatan, dan kelazatan.
  • Memanjakan anak dan memenuhi segala keinginannya.
  • Terlalu keras dalam mendidik mereka melampaui batas kewajaran.
  • Terlalu kedekut kepada anak-anak.
  • Tidak memberikan kasih sayang kepada anak-anak.
  • Hanya menumpukan kepada keperluan fizikal anak-anak sahaja
  • Terlalu berprasangka baik terhadap anak-anak.
  • Terlalu  berprasangka buruk terhadap anak-anak.
  • Membezakan anak-anak.
  • Tidak segera menikahkan anak-anaknya padahal mereka merasa mampu dan bersedia untuk bernikah.
  • Menunda pernikahan anak-anak perempuan dan menjadikannya barang dagangan.
  • Menikahkan anak-anak perempuan dengan lelaki yang tidak sekufu.
  • Menamakan anak-anak dengan nama yang tidak baik.
  • Sibuk dalam urusan kerja sehingga meninggalkan rumah dalam jangka masa yang lama.
  • Mendoakan keburukan atas anak-anak.
  • Mendidik mereka dengan perkara-perkara yang buruk , dan kata-kata kotor, dan akhlak yang rendah.
  • Melakukan kemungkaran di depan mata anak-anak.
  • Banyaknya konflik yang berlaku antara ibu bapa.
  • Merendahkan anak-anak dan jarang memberi motivasi ke atas mereka.
  • Tidak memberi kesempatan kepada mereka untuk berubah menjadi yang lebih baik.
  • Salah dalam memahami jiwa dan tabiat anak-anak.

Semoga dapat ambil point-point yang berguna darinya!

Maassalamah wa ilalliqa’

SMB

Bintulu

1416 hours | Nov 3rd, 3012

 

Advertisements

Assalamualaikum wrh wbt.. Hi there! How imaan? And how shaum (fasting)? Dh lama tak update blog ni..

Alhamdulillah harini hari ke 14 ummat Islam menjalankan rukun Islam ke-3 iaitu ibadah puasa!

Dh masuk fasa ke-2 Ramadhan iaitu 10 pertengahan fasa maghfirah atau fasa keampunan.. 

Allah… Allah… Allah… Bagaimana agaknya ibadah kita? Semakin meningkatkah? Atau paling tidak, istiqamahkah kita dalam beribadah?

Mujahadah an nafs.. Berjuang melawan nafsu… Itulah antara perjuangan di bulan Ramadhan ini… Bagaimanakah gagahnya kita menentang nafsu yg terdidik 11 bln lamanya….?

Tepuk dada, tanya imaan!

Wassalam..
SMB
July 23rd, 2013 | 4.45 am
Bintulu

Syabab fil Islam

in the name of Allah.. the most gracious.. the most merciful…

lumrah manusia.. seringkali terleka mahupun terlalai… terkadang alpa…
dek kerana terlalu alpa.. terlalu leka..
akhirnya.. apapun tak menjadi…
not a single work were done if we still leka with dunya…
yeah.. hubbu dunya…
sweet yet adorable…
and melalaikan too…
how can we expect to enter jannah if we still pandang sebelah mata all the task that has been given to us?
ask ourselves..
do we really want jannah?
or we just suka-suka?
please! jangan permainkan hal-hal seumpama ini….

we do too little dakwah..
too little tarbiyyah…
we do too little mujahadah….
too many jahiliyyah?
yet we expect to enter jannah?

Maratib-amal+niat

sila cermin diri sendiri…
include me myself…
we must do more reflections on ourselves…
or else…
we can’t move on to the other stairs of tarbiyyah…

kita bergerak dari individu muslim…
then baitul muslim…
then muslims community….
then daulah islamiyyah….
then muslim empire….
then only we can reach ustaziyatul alam….
to reach ustaziyatul alam…
we must struggle harder…
as harder as we can….
we need to do more mujahadah….
mujahadah an-nafs…

it’s our nafs…
yang dah control hidup serta gaya hidup kita…
yang menyekat langkah kita untuk bergerak ke level yang lebih tinggi….
urhh… itu yg mengganggu selama ini!
nafs.. nafs… nafs….
Could you pls do not disturb us?
hey… jangan di salahkn nafs jika diri masih belum kuat mujahadahnya!

ayuh! bangkit!
wake up! wake up!
no more fell asleep….
no more sleepiness…
IHB needs a syabab like us to rebuild this ummah!
who’s ummah?
Muhammad’s ummah!!
please dear syabab fil islam!
wake up! wake up!
wake up from your deep sleep!
it’s time to wake up!

jika sekarang kita tidak bangkit..
bila lagi?
bila ummah sudah ranap ditelan arus jahiliyyah…
oh tidak!
jangan sia-siakan usaha para ulama’ terdahulu…

bagaimana mengaku ansarullah jika masih bermalas-malasan??
itu bukan akhlak ansarullah…

ansarullah…
semangat juangnya tinggi!
ansarullah…
semangat jihadnya tebal!
ansarullah…
mujahadahnya hebat!
ansarullah….
hamasahnya hebat!
ansarullah…
himmahnya setinggi langit membiru…
seluas lautan mengalir….
itulah dia ansarullah!!!
dia tidak ‘tidur’…
dia bijak menyusun strategi….

ayuh syabab ayuh!
ayuh bangkit…
membina kembali sebuah tamadun yang hampir ditelan arus jahiliyyah…
membina semula empayar islam yang kian larut dek arus dunia semasa….
kita pemuda harapan agama!
inshaa Allah….
takbir! Allahuakbar… Allahuakbar… Allahuakbar….

Salam sayang… Salam rindu….

Ana ukhtikum fillah…

SMB

160613 | 0330 hours

Bintulu, Sarawak, Malaysia

Baitul Muslim… Baitul Dakwah…. | Sharing is Caring

“Berbicara mengenai visi pernikahan, visi pernikahan itu adalah visi da’wah. Sehingga apabila visi pernikahan telah menjadi visi da’wah, apapun masalah yang tengah dihadapi oleh keluarga kita, masalah itu tidaklah terlalu besar bila dibandingkan dengan masalah umat. Maka keluarga itu tidak akan memperumit masalah-masalah kecil.”

“Bagaimana dengan menunda pernikahan?”

“Ternyata apabila menunda pernikahan, maka akan menunda kelahiran dan kebangkitan umat, menunda pernikahan akan menghambat pertumbuhan atau penambahan umat-umat yang berkualitas. Bukankah Rasul senang dengan umat yang banyak dan berkualitas. Dan bukankah kita rindu dengan lahirnya kembali kepemimpinan Islam dan Islam menjadi soko guru seluruh alam ?”

“Bagaimana hubungan Ustadzah Yoyoh Yusroh dan suami?” Ustazah mengatakan, hubungan layaknya seorang da’i dan mad’u, ertinya suami-isteri harus saling mengingatkan saling menegur bila salah.

Moderator berkata, “Ustadzah adalah seorang wanita yang luar biasa, memiliki 13 orang anak, menjadi seorang anggota DPR RI.”

Jawab ustazah, “Saya merasa saya adalah seorang wanita biasa, cerminan saya adalah wanita-wanita palestina, 13 orang anak di Palestina adalah suatu hal yang biasa. Dalam keadaan yang tercekam, mereka dapat melahirkan banyak anak”.

Beliau pernah berkesempatan bertemu dengan wanita-wanita Palestina. Semasa taaruf, wanita-wanita Palestina memperkenalkan diri misalnya seperti, “Ana Ummu Maryam, ana hafidzah, ana muhandis”. (Saya Ummu Maryam, saya seorang penghafal Al-Quran, saya seorang jurutera). Subhanallah!

“Kecondongan mereka akan dunia itu sedikit, sehingga mereka mudah untuk menghafal Al-Quran, mereka adalah wanita-wanita tangguh. Tak sedikit pun rasa sedih ketika anak-anaknya menjadi pejuang Allah dan menjadi seorang yang syahid. Mereka adalah wanita-wanita cerdas. Mereka adalah wanita-wanita yang dekat dengan Allah SWT. Persiapkanlah menjadi seorang istri dan ibu. Seorang wanita harus mempersiapkan menjadi ibu generasi, siap menjadi ibu sehat. Oleh karena itu perhatikanlah menu-menu makanan yang kita (wanita) makan. Dari rahim inilah akan tumbuh embrio yang luar biasa dari seorang ibu yang luar biasa. Dari rahim inilah akan tumbuh embrio yang sehat dari seorang ibu yang sehat.”

“Pernikahan adalah suatu fitrah, ia bukanlah beban tapi kebutuhan. Dari rumah tangga muslim akan lahirlah khilafah fi ard. Dan satu kunci yang penting, kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT. Ketika seorang hamba telah bertaqwa, Allah SWT akan memudahkan jalannya”. -Ustazah Yoyoh Yusrah

 

Jiwa Yang Mati

Seorang adik angkat di facebook mengadu padaku.. “Kak, saya dah bosanlah dorang duk cerita pasal cinta, jodoh, dan bla.. bla.. bla.. Mcm dh mnyimpang sgt dri tujuan sebenar group tu d’tubuhkan..”, lebih kurang begitu bicaranya yang menyentuh hatiku… “Banyak sangat bercerita tentang hati, sedangkan soal mati dibiar terpinggir.. Mereka tak tahu ke mati itu bila-bila masa??”, tersentap aku dengan kata-katanya… Ya… Bicara soal mati itu sering dibiar terpinggir… Sedang soal hati lebih banyak meniti di bibir… Astaghfirullah… Benarlah,

Mati itu kenyataan yang pahit, sedang hidup itu tipu daya yang menyenangkan..

Mungkin kerana itulah manusia lebih menyenangi kehidupan dunia berbanding alam sana!! Aku bertafakur sejenak… Memikirkan kembali luahan adik yang muda setahun dariku itu… Aku redah setiap pelusuk hati… Ya, benar… Aku tak menafikan, aku juga sering bicara soal hati… Bosan!! Jiwa harus hidup!!! Bukan mati!! Bagaimana mungkin aku mentarbiyyah mad’u dengan jiwa yang MATI??

Jangan harap mutarabbi berubah ke arah kebaikan sedang murabbi sendiri masih bergelumang dengan lumpur dosa!!

Bagaimana setiap pengisian ingin meresap ke jiwa mutarabbi jika murabbi yang mentarbiyyah itu jiwanya MATI?? Muhasabah kembali diri.. Bila difikirkan… Allahu.. Astaghfirullah… Jadi malu pada Allah… Rasa macam curi tulang pula.. Yalah… Kita lahir sebagai da’ie, da’ie harus bekerja!! Bekerja dengan siapa?? Bekerja dengan majikan yang Maha Akbar… Allahu s.w.t.. Rezeki itu pula umpama gaji… Rezeki tak pernah putus Dia utuskan… Macam bila bekerja lah… Kita kerja gaji jalan… Kerja dapat gaji, itu lumrah… Tapi Tidak bekerja namun gaji jalan… Tak rasa ke kita sebenarnya curi tulang?? #Dush!! Dush!! Dush!! Kena pada diri sendiri… 

Seorang da’ie bukan sibuk mentarbiyyah dan berdakwah kepada orang lain, tapi juga mengislahkan dirinya sendiri -AngelPakaiGucci-

Ya.. Betul tu.. Jangan hanya sibuk mentarbiyyah dan mendakwah jiwa orang lain sekiranya jiwa sendiri terbiar mati tanpa ditarbiyyah dan didakwah!! #Jangan jadi munafiq erti kata lainnya.. Muhasabah diri seketika.. Da’ie ni boleh diumpamakan sebagai lampu suluh… Lampu suluh tugasnya untuk menyuluh gelap kan?? Tarbiyyah dan dakwah pula macam battery! Takde battery, tak berfungsilaa lampu suluh kita kan?? Jadi…. Kita buat anologi,

Seorang pengembara, nak jalan di lorong yang gelap… Dia keluarkanlah lampu suluh, dan cuba untuk menyuluh jalan tu… Then, he find out battery lampu suluh dia low!! Jadi, tak hiduplah lampu suluh tuu… Maka dia pun meraba-rabalah dalam kegelapan lorong tuu.. Mencari jalan keluar…

Dapat tak mesej dari anologi tersebut?? #Terpukul dan tertampar  Da’ie itu ibarat lampu suluh… DnT pula battery… Pengembara pula?? Pengembara pula mad’u nya!! Bagaimana da’ie itu nak tarbiyyah dan dakwah mad’u nya sekiranya dia sendiri tak ada “battery”?? #Kesian mereka yang nak cari jalan keluar kan? Renungkan dengan mata hati kita… Semoga perkongsian kali ini bermanfaat…

 

Wassalam…

SMB

Bintulu

#copied from my other blog

Istiqamah dan Mujahadah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh… Kaifa imanukum?

Moga terus segar mekar dan mantop bersama dakwah dan tarbiyyah… Insha Allah…

Allahumma Aameen…

Dah lama tak update belog terchenta ni kan?

Wondering…

Is there any pembaca setia belog saya? Hihiii…

Macam tak ikhlas saja…

Well…. Entri kali ni bertajuk??

ISTIQAMAH DAN MUJAHADAH

Nak cakap istiqamah memang mudah….

Tapi nak menzahirkannya tu….

Nak beristiqamah tu….

Memang perlu mujahadah yang hebat….

Istiqamah dan mujahadah harus bergerak seiringan….

Kerana istiqamah takkan mampu bergerak sendiri tanpa mujahadah….

Rasanya semua orang pernah try untuk consistent (in other words, istiqamah)

Nak consistent ni memang susah kan?

Contohnya untuk bangun 4.30pagi setiap pagi untuk Qiam…

Kalau tak usaha sungguh2…

Kalau tak lawan nafsu sungguh2…

In other words…

Kalau tak mujahadah….

Haih… Memang susah…

Benarlah….

Nak dapatkan syurga ini kadang-kadang kena paksa….

So… Got my idea?

ISTIQAMAH DAN MUJAHADAH ni macam best friend laaa…

Xleh pisah…

Macam saya ni….

Memang kena banyakkan mujahadah…

Musuh terbesar kepada kita (manusia) adalah nafsu kita sendiri….

BTW!!

Mula kan sedikit demi sedikit….

Step by step…..

BUT!!!!!

Try to consistent in it….

Inshaa Allaah….

Step by step but ISTIQAMAH…

^___^ So… I conclude that….

ISTIQAMAH DAN MUJAHADAH ITU BERSAHABAT BAIK…. NAK ISTIQAMAH HARUS BERMUJAHADAH….

 

Wassalam….

SMB

240113 | 0313 hours

Bintulu

 

p/s: Ini sekadar pendapat saya… Sila beri tunjuk ajar sekiranya terdapat kekurangan dan kesalahan… Sesungguhnya yang baik itu datangnya dari Allah… Dan yang lemah itu datangnya dengan izin Allah bersandarkan kelemahan diri ini… Barakallahufiik…

Adab BerUkhuwah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh buat pembaca-pembaca laman Jalanku Pulang ini… Alhamdulillah… Peperiksaan SPM telah pun bemula Isnin lepas 5 November.. Doakan ana yeahh? Tinggal lagi 5 paper lagi untuk ana jawab… Masha Allah… Berdebar sungguh hati ini… Doa usaha tawakkal… Bittaufiq wannajah fii imtihaan utk sahabat seperjuangan…. Juga buat senior-senior yang STPM….

Allahumma yassir wala tu’assir… Allahumma tammim bilkhair…

Since blog ni agak lama tak diupdate… (Lama ker?? ehee) So… Hari ni ana nk share pasal Adab-adab Berukhuwah.. 😉 Semoga bermanfaat untuk kita semua…. 😉

MEMBERITAHU KEPADA SAUDARA/SAHABAT YANG DICINTAINYA 
Rasulullah SAW bersabda ertinya: “Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaknya ia memberitahu kepadanya.” [HR Abu Daud dan Tirmizi]

BERDOA UNTUK MEREKA 
Menurut riwayat Muslim bahawa Rasullah bersabda: “Tidak seorang hamba mukmin berdoa untuk saudaranya dari kejauhan kemungkaran melainkan malaikat berkata; dan bagimu juga seperti itu.”

MEMBERI SENYUMAN KETIKA BERTEMU 
Seperti yang disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Dzar r.a bahawa Rasulullah bersabda ertinya: “Janganlah engkau remehkan kebaikan apa saja (yang datang dari saudaramu). Dan jika engkau berjumpa saudaramu maka berikan dia senyuman kegembiraan.” (HR Muslim)

BERJABAT TANGAN BILA BERTEMU 
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya bila bertemu dengan saudara-saudara agar cepat-cepatlah berjabat tangan sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Abu Daud dari Barra: “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah. “

MENGUNJUNGI SAUDARA 

Dalam kitabnya Al Muwathtaa Iman Malik meriwayatkan: Bersabda Nabi Muhammad SAW bahawa Allah berfirman : “Pasti akan mendapat cintaku orang-orang yang mencintai kerana Aku, dimana keduanya saling berkunjung kerana Aku dan saling memberi kerana Aku.”

MENYAMPAIKAN UCAPAN SELAMAT 
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra bahawa Rasulullah SAW bersabda ertinya: “Barangsiapa mengucapkan selamat kepada saudaranya ketika saudaranya mendapat kebahagiaan nescaya Allah menggembirakan pada hari kiamat.” (HR Tabrani). Rasulullah SAW pernah mengajar hal tersebut seperti dicontohkan dalam hal-hal sebagai berikut: Berkenaan dengan kelahiran anak: “Semoga anda diberkati atas pemberianNya itu dan bersyukur dengan Yang Memberi Rezeki mulai dari kelahiran dilimpahi dengan kebaikan hingga hari tuanya.” (HR Husein bin Ali RA) Apabila kembali dari menunaikan haji: “Semoga Allah menerima hajimu, mengampuni dosamu, dan menggantikan nafkahmu.” (HR Ibnu Sunni dari Ibnu Umar RA) Bila salah seorang saudara menikah : “Mudah-mudahan Allah mengekalkan keberkatan atasmu dan mengumpulkanmu berdua di dalam kebaikan.” (HR Abu Daud dan Tirmizi dari Abu Hurairah) Ucapan Selamat Aidil Fitri : Semoga Allah menerima amal kita, membalas kebaikan saudara dengan ucapan selamat: “Semoga Allah memberkatimu, keluargamu, hartamu, dan mudah-mudahan Allah membalas kebaikan kepadamu.” (HR Nasa’ dari Ibnu Majah)

MEMBERI HADIAH 
Imam Dailami meriwayatkan dari Anas dengan marfu’ bahawa Rasulullah SAW bersabda ertinya: “Hendaklah kalian saling memberi hadiah kerana hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati.” Dalam hadisnya marfu, Imam Thabrani meriwayatkan dari Aisyah RA bahawa Rasulullah bersabda ertinya: “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah nescaya kamu akan saling mencintai.”

MEMPERHATIKAN KEPERLUAN SAUDARA 
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Bahawa Rasulullah SAW bersabda ertinya: “Siapa yang meringankan beban penderitaan seorang mukmin di dunia pasti Allah akan meringankan beban penderitaannya di akhirat kelak. Siapa yang memudahkan orang dalam keadaan susah pasti Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seseorang muslim pasti Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong hambaNya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR Muslim)

SMB

Bintulu Sarawak

111112 |0730 hours